Aspirasi DPRD Jabar untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

1. Prioritas Jalan Penghubung Antar Desa dan Kabupaten yang Terisolir
Banyak wilayah di Jabar, seperti daerah selatan Sukabumi dan utara Cirebon, masih memiliki akses jalan rusak parah. DPRD aspirasidprdjabarmendorong kebijakan percepatan pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan pusat ekonomi lokal. Aspirasinya adalah alokasi dana khusus dari APBD untuk perbaikan jalan di daerah terpencil, termasuk pembangunan jembatan gantung. Dengan jalan yang mulus, biaya logistik turun, anak-anak tidak terlambat ke sekolah, dan hasil pertanian bisa segera dipasarkan tanpa kerugian.

2. Pembangunan Sistem Transportasi Massal Terintegrasi
Kemacetan di Bandung raya dan sekitarnya sudah sangat parah. DPRD Jabar mengusulkan percepatan pembangunan LRT, BRT, dan pengembangan jalur kereta api komuter hingga ke daerah penyangga seperti Sumedang dan Garut. Aspirasi ini juga mencakup integrasi tiket antar moda transportasi serta penyediaan jalur sepeda dan pejalan kaki yang aman. Dengan sistem transportasi massal yang cepat dan murah, ketergantungan pada kendaraan pribadi berkurang, polusi udara menurun, dan produktivitas warga meningkat karena waktu perjalanan lebih efisien.

3. Pemenuhan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Kumuh Perkotaan
Permukiman padat di tepi sungai dan rel kereta sering kekurangan air bersih. DPRD mendorong proyek cepat pembangunan sambungan rumah air minum (PPAB) dan instalasi pengolahan limbah komunal di kawasan kumuh. Selain itu, pembangunan toilet umum yang layak dan sistem drainase yang baik menjadi prioritas untuk mencegah banjir dan penyakit kulit. DPRD mengusulkan skema anggaran berbasis padat karya, sehingga warga sekitar bisa terlibat dalam pembangunan dan merasakan manfaat langsung dari infrastruktur tersebut.

4. Pengembangan Infrastruktur Irigasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan
Sawah-sawah di Jabar mulai kehilangan air karena irigasi rusak dan pendangkalan. DPRD mengusulkan percepatan normalisasi saluran irigasi primer dan sekunder, serta pembangunan embung desa sebagai cadangan air saat kemarau. Aspirasi ini juga mencakup teknologi pintu air otomatis yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Dengan irigasi yang baik, petani bisa tanam dua hingga tiga kali setahun tanpa gagal panen, sehingga produksi beras daerah tetap stabil dan tidak perlu mengimpor dari daerah lain.

5. Infrastruktur Digital dan Listrik untuk Desa Tertinggal
Hingga saat ini, masih ada desa di Jabar yang belum dialiri listrik 24 jam atau tidak memiliki sinyal internet. DPRD Jabar mendorong percepatan program listrik desa melalui pembangkit mikrohidro dari aliran sungai setempat. Untuk infrastruktur digital, DPRD mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) darurat dan penyediaan wifi desa gratis. Dengan listrik dan internet yang merata, anak-anak desa bisa belajar daring, tenaga kesehatan bisa melayani pasien dengan alat modern, dan UMKM lokal bisa memasarkan produk secara online. Ini adalah bentuk pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *